惯性聚合 高效追踪和阅读你感兴趣的博客、新闻、科技资讯
阅读原文 在惯性聚合中打开

推荐订阅源

博客园 - 叶小钗
Cyber Security Advisories - MS-ISAC
Cyber Security Advisories - MS-ISAC
Microsoft Security Blog
Microsoft Security Blog
罗磊的独立博客
大猫的无限游戏
大猫的无限游戏
美团技术团队
让小产品的独立变现更简单 - ezindie.com
让小产品的独立变现更简单 - ezindie.com
钛媒体:引领未来商业与生活新知
钛媒体:引领未来商业与生活新知
aimingoo的专栏
aimingoo的专栏
腾讯CDC
WordPress大学
WordPress大学
Apple Machine Learning Research
Apple Machine Learning Research
F
Fortinet All Blogs
G
Google Developers Blog
MongoDB | Blog
MongoDB | Blog
Microsoft Azure Blog
Microsoft Azure Blog
小众软件
小众软件
Engineering at Meta
Engineering at Meta
博客园_首页
B
Blog RSS Feed
D
Docker
M
MIT News - Artificial intelligence
爱范儿
爱范儿
I
InfoQ

Bahasa Indonesia - VICE

Beneran Ada WNI Pindah Kewarganegaraan Akibat Maraknya Polarisasi Politik AnKer Bekasi Betulan Bikin Peringatan 100 Hari Matinya Eskalator Stasiun Wawancara Khusus Alan Walker dan Putri Ariani tentang Kolab Terbaru Mereka Kami Bertemu Sosok di Balik Pundingin, Pakar AC Jujukan Netizen Cewek Ini Konsisten Unggah Foto Eskalator Mati untuk Protes Fasum Rusak TikToker Haritsu Suka Masak Makanan Busuk, Habis Itu Ia Melahapnya Kisah Kelahiran Anak Harimau Sumatra di Kebun Binatang Roma Duo Penari Hip-Hop Twineester Beberkan Siasat Anak Muda Aceh Rayakan Hidup Israel Pasang Iklan Propaganda Pakai Google Ads Saat Sidang Kasus Genosida
Tiada Tempat Istirahat Damai Bagi Jiwa yang Berpulang
Aurélien Buttin · 2024-02-02 · via Bahasa Indonesia - VICE

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Belgium.

Suatu malam, saat ngobrol bareng warga lokal yang kutemui di sebuah bar, aku mendapat informasi ada taman pemakaman yang sangat indah di kota mereka. Kala itu, aku sedang cari rekomendasi tempat-tempat yang bisa kudatangi selama berlibur di Asunción, ibu kota Paraguay

Videos by VICE

Tergugah rasa penasaranku mendengar usulan mereka. Tanpa ba-bi-bu, aku main ke kuburan berusia 150 tahun itu keesokan harinya.

La Recoleta memang berbeda dari taman pemakaman biasanya. Aku serasa memasuki hutan beton mistis begitu sampai di sana. Jalan setapak diapit bangunan bertingkat yang setiap celahnya terisi peti mati. Kamu bisa melongok bagian dalamnya jika berani.

Tampak depan mausoleum berdinding keramik merah jambu
Foto: Aurélien Buttin

Bulu kudukku berdiri semakin dalam aku melangkahkan kaki. Bukan karena jasad-jasadnya tidak dikebumikan, melainkan banyak peti mati sudah koyak seperti dibuka paksa. Sisa-sisa bongkahan kayu yang hangus terbakar berserakan di beberapa lokasi, di dekatnya aku melihat ada tulang dan potongan jenazah yang menghitam.

Dua peti mati yang terbakar
Foto: Aurélien Buttin

Aku buru-buru menghampiri dua penjaga makam dan bertanya mengapa peti matinya banyak yang rusak. Seorang penjaga, berusia sekitar 30-an, mengungkapkan penjarahan marak terjadi di sana. Menurutnya, pencuri biasa beraksi selepas pukul 6 sore, ketika La Recoleta sudah tutup. Mereka akan memanjat gedung, lalu memecahkan pintu dan jendela penghalang. Tak jarang pula pencuri masak dan bermalam di sana.

“Perhiasan jenazah yang paling sering dijarah. Tapi kadang ada juga yang nyolong plakat perunggu,” lanjut pria itu. Selain perhiasan, ada yang mencuri salib, vas hias, gagang pintu berlapis logam hingga pintunya. Ia dan temannya menceritakan semua ini dengan tampang putus asa sekaligus geli.

Bangunan bertingkat tempat menaruh peti mati
Foto: Aurélien Buttin

Dilansir berita lokal tahun 2019, taman pemakaman ini sebetulnya dijaga 22 satpam yang bertugas di 13 pintu masuk. Hanya saja pengawasannya longgar saking luasnya lahan pemakaman. Lalu pada Januari 2023, wali kota Asuncíon menaikkan biaya pemakaman dua kali lipat dengan dalih untuk meningkatkan sistem keamanan dan merenovasi La Recoleta. Nyatanya belum ada perubahan apa-apa saat aku berkunjung Oktober lalu.

Terlepas dari tingginya kasus penjarahan makam, warga setempat tampaknya tak urung menyemayamkan orang tersayang di La Recoleta. Banyak yang mengirim mendiang ke peristirahatan terakhir dengan peralatan seadanya. Harapan mereka petinya aman dari pencuri.

Selama belum ada itikad baik dari pemkot, penghuni makam La Recoleta takkan bisa beristirahat dalam damai.

Simak foto-fotonya berikut ini:

Peti mati di dalam ruang makam yang jendelanya sudah pecah
Foto: Aurélien Buttin
Peti mati diselimuti kain putih. Terdapat pigura di depan peti.
Foto: Aurélien Buttin
Peti mati yang bagian atasnya bolong, mengekspos tengkorak di dalamnya.
Foto: Aurélien Buttin
Bangunan makam bertingkat
Foto: Aurélien Buttin
Bangunan makam bertingkat
Foto: Aurélien Buttin
Tulang berserakan di sebuah ruangan
Foto: Aurélien Buttin
Bangunan makam yang dililiti akar pohon
Foto: Aurélien Buttin
Bangunan makam bertingkat. Mayoritas jendela dan pintunya sudah rusak.
Foto: Aurélien Buttin
Sisa-sisa jasad yang hangus terbakar
Foto: Aurélien Buttin
Bangunan makam bertingkat
Foto: Aurélien Buttin
Peti mati bayi dengan berbagai pajangan boneka.
Foto: Aurélien Buttin
Potret hitam putih tergeletak di jalan
Foto: Aurélien Buttin
Bangunan makam bertingkat
Foto: Aurélien Buttin